Comeback Paling Dramatis di Piala Dunia 2026

Semifinal kedua Piala Dunia 2026 menghasilkan drama yang akan dikenang selama bertahun-tahun. Argentina yang tertinggal 0-1 berhasil membalikkan keadaan dengan dua gol di lima menit terakhir untuk mengalahkan Inggris 2-1. Lionel Messi, di usia 39 tahun, menjadi dalang di balik comeback luar biasa ini dengan dua assist yang membuktikan ia masih pemain terbaik di dunia.

Pertandingan di Atlanta Stadium ini dimulai dengan Inggris yang tampil sangat solid dan terorganisir. Thomas Tuchel menyiapkan taktik yang efektif untuk menetralisir serangan Argentina, dan untuk 84 menit pertama, rencana itu berjalan sempurna. Namun sepakbola adalah permainan 90 menit, dan Argentina membuktikannya dengan cara paling dramatis.

Babak Pertama: Pertandingan Ketat

Babak pertama berlangsung sangat taktis dengan kedua tim saling menghormati kekuatan lawan. Argentina mendominasi penguasaan bola namun kesulitan menembus pertahanan Inggris yang bermain dengan blok rendah dan kompak. Messi beberapa kali mencoba menciptakan peluang namun selalu dikawal ketat oleh dua hingga tiga pemain.

Inggris berbahaya melalui serangan balik cepat, namun finishing mereka kurang tajam di babak pertama. Kedua tim masuk ruang ganti dengan skor 0-0 — hasil yang lebih menguntungkan Inggris yang bermain counter-attack.

Gordon Membuka Skor untuk Inggris

Menit ke-55 menjadi momen yang mengubah dinamika pertandingan. Anthony Gordon menerima umpan terobosan di sisi kiri, memotong ke dalam, dan melepaskan tembakan melengkung indah yang bersarang di sudut jauh gawang Argentina. Gol berkelas dunia yang membuat fans Inggris meledak dalam euforia.

Setelah gol, Inggris bermain dengan sangat cerdas — memperlambat tempo, menjaga possession, dan membuat Argentina frustrasi. Menit demi menit berlalu dan sepertinya Inggris akan melaju ke final. Argentina terlihat kehabisan ide dengan serangan yang mudah dibaca.

Lima Menit yang Mengubah Segalanya

Menit ke-85: Messi menerima bola di tengah lapangan, melewati dua pemain dengan dribbling ajaibnya, lalu melepaskan through ball sempurna ke Enzo Fernandez yang berlari dari belakang. Fernandez dengan tenang menaklukkan kiper Inggris dengan tembakan low ke sudut — 1-1! Atlanta Stadium bergemuruh.

Inggris shock dan belum sempat pulih ketika menit ke-90+2, Messi kembali beraksi. Kali ini ia menerima bola di sisi kanan, melakukan body feint yang membuat bek Inggris terjatuh, lalu mengirimkan crossing rendah ke kotak penalti. Lautaro Martinez yang masuk sebagai pengganti menyambut dengan sentuhan pertama yang sempurna — 2-1 Argentina! Keajaiban terjadi!

Messi: Masih yang Terbaik

Di usia 39 tahun, Messi menyelesaikan pertandingan dengan statistik luar biasa: 9 dribbling sukses, 2 assist, dan 4 key passes. Ia membuktikan bahwa usia hanyalah angka ketika kualitas dan determinasi bertemu. Argentina kini akan menghadapi Spanyol di final pada 19 Juli — pertandingan yang menjanjikan drama luar biasa.

Bagi Inggris, ini adalah heartbreak yang sangat menyakitkan. Mereka bermain dengan sangat baik selama 84 menit namun gagal mempertahankan keunggulan. Thomas Tuchel dan timnya masih harus bermain di pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Prancis. Ikuti terus Piala Dunia 2026 di BossMahjong!