Yamal: Pemain Terbaik Termuda dalam Sejarah
FIFA secara resmi mengumumkan pemenang penghargaan individu Piala Dunia 2026, dan hasilnya mencerminkan dominasi total Spanyol di turnamen ini. Lamine Yamal, baru berusia 19 tahun, menjadi pemenang termuda Golden Ball (Bola Emas) dalam sejarah Piala Dunia. Rekor sebelumnya dipegang oleh Pele yang memenangkannya di usia 17 tahun pada 1958, namun saat itu format penghargaan berbeda.
Yamal tampil gemilang sepanjang turnamen dengan 4 gol dan 5 assist dalam 7 pertandingan. Kontribusinya melampaui statistik — kemampuannya mengubah arah pertandingan dengan dribbling dan passing visi yang luar biasa membuat juri tidak ragu memilihnya. Gol penentunya di final melawan Argentina menjadi momen ikonik yang akan dikenang generasi mendatang.
Mbappe: Dua Kali Golden Boot, Rekor Bersejarah
Kylian Mbappe mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang memenangkan Golden Boot (Sepatu Emas) di dua Piala Dunia berbeda. Setelah meraihnya di Qatar 2022, striker Prancis ini kembali menjadi top scorer dengan 8 gol di turnamen 2026. Mbappe mencetak hat-trick melawan Australia di fase grup, brace melawan Jerman di perempat final, dan 2 gol di pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Inggris.
Meskipun Prancis gagal mencapai final (kalah 0-2 dari Spanyol di semifinal), performa individual Mbappe tetap tak tertandingi di depan gawang. Dengan total 12 gol di Piala Dunia (4 di 2018, 8 di 2022 termasuk hat-trick di final, dan 8 di 2026), Mbappe kini berada di posisi ketiga top scorer sepanjang masa Piala Dunia, hanya di belakang Miroslav Klose (16) dan Ronaldo Nazario (15).
Unai Simon: Tembok Tak Tertembus
Kiper Spanyol Unai Simon memenangkan Golden Glove setelah hanya kebobolan 2 gol dalam 7 pertandingan. Clean sheet-nya di final melawan Argentina (yang diperkuat Messi, Alvarez, dan Garnacho) menjadi penampilan paling mengesankan. Simon membuat 5 penyelamatan krusial di final, termasuk menepis tembakan jarak dekat Alvarez di menit ke-78.
Statistik Simon sepanjang turnamen sangat mengesankan: 7 pertandingan, 5 clean sheet, 23 penyelamatan, dan persentase save 92%. Ini menjadikannya salah satu kiper terbaik dalam sejarah Piala Dunia dalam satu turnamen. Performanya juga meningkatkan nilainya di bursa transfer, dengan beberapa klub top Eropa dilaporkan tertarik.
Penghargaan Lainnya
Young Player Award diberikan kepada Lamine Yamal (yang juga memenangkan Golden Ball, double pertama sejak 1998). FIFA Fair Play Award diraih oleh Jepang untuk ketiga kalinya berturut-turut. Goal of the Tournament jatuh kepada gol spektakuler Yamal dari luar kotak penalti di final — tendangan melengkung yang masuk ke sudut atas gawang Argentina.
Best Goal juga dinominasikan untuk gol akrobatik Alejandro Garnacho melawan Jerman dan free kick sempurna Dani Olmo melawan Brasil. Namun, signifikansi momen dan keindahan teknis gol Yamal di final membuatnya menjadi pemenang yang tak terbantahkan. Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai turnamen Lamine Yamal.