Sejarah Tercipta di Court Philippe-Chatrier

Kamis, 29 Mei 2026, akan menjadi tanggal yang selalu diingat dalam sejarah tenis dunia. João Fonseca, remaja Brasil berusia 19 tahun yang baru saja memasuki radar perhatian dunia, menyingkirkan Novak Djokovic — pemilik 24 gelar Grand Slam — dalam pertandingan lima set yang epik dengan skor 4-6, 4-6, 6-3, 6-4, 7-5 di Court Philippe-Chatrier. Ini adalah exit paling awal Djokovic di Roland Garros sejak 2009, ketika ia kalah di babak keempat dari Robin Soderling dalam salah satu upset terbesar era modern.

Dua Set Pertama Milik Djokovic

Pertandingan dimulai sesuai prediksi. Djokovic, yang bermain dengan pengalaman dan ketenangan seorang legenda, mengambil dua set pertama dengan skor 6-4 dan 6-4. Fonseca, meski tampil berani, masih terlihat tegang menghadapi tekanan bermain di Court Philippe-Chatrier melawan salah satu pemain terbesar sepanjang masa. Banyak yang sudah memperkirakan kemenangan mudah bagi Djokovic.

Namun di set ketiga, sesuatu berubah. Fonseca mulai bermain dengan kebebasan yang luar biasa — seolah ia tidak punya beban apapun untuk ditanggung. Groundstroke-nya semakin tajam, servisnya semakin konsisten, dan yang paling mengesankan adalah keberaniannya untuk terus menyerang bahkan di momen-momen paling krusial. Set ketiga berakhir 6-3 untuk Fonseca, dan momentum pertandingan bergeser sepenuhnya.

Fonseca Tak Terbendung di Tiga Set Terakhir

Set keempat berlangsung sangat ketat dengan kedua pemain saling bergantian memegang keunggulan. Namun Fonseca menunjukkan mental yang luar biasa untuk menutup set dengan 6-4, memaksa pertandingan ke set kelima yang mendebarkan. Di set penentuan, kedua pemain bertarung habis-habisan hingga skor 7-5 yang memastikan kemenangan bersejarah bagi sang remaja Brasil.

Ketika match point terakhir berhasil dikonversi, Fonseca jatuh berlutut di lapangan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan — ekspresi yang menggambarkan campuran antara kegembiraan, kelegaan, dan ketidakpercayaan. Penonton di Philippe-Chatrier memberikan standing ovation panjang untuk kedua pemain, menghargai pertarungan luar biasa yang baru saja mereka saksikan.

Djokovic Bicara dengan Lapang Dada

Dalam konferensi pers, Djokovic berbicara dengan lapang dada tentang kekalahannya. "Fonseca bermain dengan sangat baik. Ia memiliki semua senjata untuk menjadi petenis besar. Saya tidak bermain di level terbaik saya di tiga set terakhir, namun kredit penuh untuk dia," ujar Djokovic. Pada usia 38 tahun, Djokovic masih terus berjuang untuk menambah koleksi Grand Slam-nya, namun hari ini bukan harinya.

Fonseca, yang kini melangkah ke babak keempat Roland Garros untuk pertama kalinya, menyebut kemenangan ini sebagai "mimpi yang menjadi kenyataan." Dengan draw yang semakin terbuka setelah tumbangnya Sinner dan Djokovic, peluang Fonseca untuk melaju lebih jauh sangat nyata.

Nikmati Drama Roland Garros di BOSSMAHJONG

Roland Garros 2026 terus menghadirkan kejutan yang tak terduga. Ikuti setiap pertandingan dan pasang taruhan terbaik kamu di BOSSMAHJONG Sportsbook. Daftar di BOSSMAHJONG dan nikmati odds terbaik untuk setiap pertandingan Grand Slam!